Saturday, May 26, 2007

SIAPA YANG ANDA AJAK 2

Oya sebelum tulisan ini dilanjutkan, saya ingin berterimakasih kepada Afin, Ari, Nuni, Suci, dan Ilham atas tanggapannya di tulisan yg lalu (sidang magang).

Ok lets start !


3. Siapa yang mengajak saya pertama kali "masuk Islam" ? Ibu bapak saya muslim, tetapi saya baru bener-bener tahu bahwa Islam itu adalah karunia terbesar, yang mengatur hidup kita agar selamat dunia akhirat, detail dari mulai masuk kamar mandi hingga mengurus negara saat kelas 1 SMA oleh seorang jamaah mesjid di deket rumah saya.

Nama beliau adalah Pak Habib, lengkapnya Habiburrahman (tanpa Al Shirozy). Beliau hanya bertanya pada saya

"Agah, umur kamu berapa?" 17, kata saya waktu masih muda hehehe...

"Berarti malaikat sudah mencatat amalan kamu selama 2 tahun, betul ?" Betul juga

"Yakin amalan kamu diterima ?" Mana kutahu pak

"Udah tau syarat amalan diterima ?" Hmm...yang penting ikhlas kan

"Gimana seandainya amalan yang udah kamu kumpulkan, kehapus semuanya ?"

Wah GAWAT dong, pikir saya. Maka, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas-lah yang akhirnya mengantarkan saya menjadi "gila" dalam membaca buku dan memburu pengajian. Pernah dalam satu waktu, uang jajan saya sebulan saya habiskan semua di Pasar Buku terbesar di Asia Tenggara, Pasar Palasari.

Saya datangi pengajian bapak-bapak di dekat rumah, saya kejar Aa Gym dan Pak Aam. Saya hadiri tabligh akbar bertemakan jihad di FUUI pimpinan Ust. Athian Ali, saya menginap di PUSDAI karena ada acara Mabitnya Ust.Saiful Islam, hingga sekarang berlabuh di Wahdah-Islamiyah.

Jazaakallah pada pak Habib, karena walaupun sekarang beliau sudah tidak tinggal lagi di kompleks perumahan saya, namun namanya masih saja berkibar sebagai ketua sekaligus guru besar bela diri Thifan se-Indonesia. Sebuah beladiri yang berasal dari Muslim China dengan ciri khas Ikrar Tauhid. Padahal, dulu pas saya dimentor oleh beliau, saya sama sekali ngga tahu kalau pria berperawakan kurus dan berkulit putih ini adalah orang yang "menyeramkan".

4. Siapa yang mengajak saya pertama kali berorganisasi ? Sebentar...walau dulu pas SMP pernah ikutan Pramuka *sekarang masih ada ngga ya?* dan pas SMA pernah ikut Pendak Silat *cieeh*, tapi saya merasa bener-bener berorganisasi saat saya masuk Keluarga Muslim (GaMus), sebuah organisasi dakwah di kampus saya. Ceritanya saya teh lagi duduk-duduk abis sholat dzuhur di masjid, trus ada manusia dengan jenggot overdosis dan postur gempal mendekati saya. "Agah ya, kenalin saya Helma, berminat masuk Gamus ngga?"

Akibat kalimat simple ini, saya menjadi ketagihan aktif. Saya yang dulunya jarang pisan punya jabatan strategis, mendadak menjabat dimana-mana. Baik jabatan struktural organisasi maupun temporer kepanitiaan. Walaupun harus saya akui, saat itu memang masa-masa nafsu "ingin jabatan" sedang menguasai jiwa. Apapun motif organisasi saat itu, baik nasionalis, agamis, maupun bisnis saya masukin semua. Sampai saya pernah nyasar ke pusatnya aktifis-aktifis nasional di Masjid Salman ITB.

Dengan berorgansasi juga saya mendapatkan efek samping, yaitu public speaking skill. Dari awalnya cuma ngomong di depan temen-temen pas rapat, hingga pernah menjadi moderator tokoh-tokoh nasional seperti misalnya Ust. Jefry Al Buchari. Saya juga pernah diberi kesempatan untuk mendampingi pak Nurkuntjoro, mantan CEO Tupperware Indonesia yang menutupi kerugian kumulatif perusahaan selama 72 bulan hanya dengan keuntungan selama beliau memimpin 18 bulan.

Back to Mr. Helma Agustiawan, sekarang beliau memimpin sebuah embrio LSM di bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Kabarnya, beliau sedang menjalani seleksi untuk menjadi fellow-nya Ashoka Foundation. Sebuah LSM terbaik di dunia dengan seleksi kemitraan yang super ketat. Ok deh, semoga sukses ya kang !

Kesimpulan :

Maksud dari tulisan diatas bukanlah sekedar ucapan terimakasih dan nostalgia masa lalu. Namun saya ingin berbagi, bahwa ternyata SEBUAH AJAKAN SEDERHANA DAPAT BERPENGARUH BESAR dalam kehidupan seseorang. Apalagi bila ajakan tersebut positif. Ajak mengajak sebenarnya bisa mendatangkan passive income bagi kita. Karena bila seseorang yang kita ajak menuju kebaikan melaksanakan terus kebaikan tersebut. Maka janji Allah, otomatis pahalanya akan ikut mengalir ke dalam catatan amal kita.

Jadi, siapa yang anda ajak ?

2 comments:

agung said...

Ajakan sederhana untuk perubahan besar..

Salam kenal deui ah, tos lami ga mampir =p

Mama Rafi said...

saya menerima ajakan sapa aja yg mau ngajak makan2 gratis :D